Metri Bumi di Desa Ngepeh, Lestarikan Tradisi dan Jaga Harmoni dengan Alam

Tugu, 27 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama masyarakat Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, menggelar kegiatan Metri Bumi dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Dam Dalang Turu, Desa Ngepeh, Kamis (27/8/2026), menjadi momentum pelestarian tradisi sekaligus penguatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, jajaran Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Camat Tugu Hari Andiko, Kapolsek Tugu AKP Sunawir, perwakilan Koramil 0806/09 Tugu, Pemerintah Desa Ngepeh beserta perangkat dan BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, serta warga Desa Ngepeh. Secara keseluruhan, kegiatan diikuti sekitar 100 orang. Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan tamu undangan dan masyarakat di lokasi. Sekitar pukul 12.10 WIB, Bupati Trenggalek bersama rombongan tiba dan berjalan kaki menuju lokasi kegiatan. Salah satu rangkaian kegiatan dilakukan melalui penanaman pohon alpukat, beringin, dan durian di sekitar kawasan Dam Dalang Turu. Penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang mengedepankan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Dalam sambutannya, Kepala Desa Ngepeh menyampaikan bahwa tradisi Metri Bumi telah dilaksanakan masyarakat Desa Ngepeh secara turun-temurun sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi tersebut, menurutnya, biasa dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada saat musim tanam dan ketika tanaman padi mulai berbuah. Selain sebagai tradisi budaya, kegiatan Metri Bumi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan. Di antaranya terkait peningkatan akses jalan menuju destinasi wisata sepanjang kurang lebih 200 meter, perbaikan plengsengan sungai yang mengalami kerusakan, serta kebutuhan sarana irigasi berupa sumur dalam bagi kelompok tani. Masyarakat juga menyampaikan kebutuhan bibit pohon untuk ditanam di sekitar mata air Desa Ngepeh sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan sumber air. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Ngepeh turut menyampaikan aspirasi masyarakat Dusun Ponggok dan Desa Ngepeh terkait penolakan terhadap rencana kegiatan pertambangan emas. Aspirasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari penyampaian pandangan masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam di wilayah setempat. Pada kesempatan yang sama, disampaikan pula ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek atas bantuan sebanyak 20 ekor kambing kepada masyarakat. Prosesi adat Metri Bumi kemudian dilaksanakan sekitar pukul 12.30 WIB dan dipimpin oleh Mukarni. Prosesi berlangsung dengan khidmat, diikuti oleh masyarakat dan tamu undangan yang hadir. Kegiatan berakhir sekitar pukul 13.25 WIB. Bupati Trenggalek bersama rombongan kemudian meninggalkan lokasi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, aman, dan lancar.