Trenggalek Tangkal Maraknya Terorisme dengan Gelar Doa Bersama dan Solidaritas Kemanusiaan Home
  • By admin
  • 17 May 2018
  • Berita

DISKOMINFO - TRENGGALEK, Melihat berbagai tragedi terorisme yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, Trenggalek tidak tinggal diam.  Aksi doa bersama dan solidaritas kemanusiaan di Tugu Pancasila alun-alun Trenggalek sengaja digelar oleh Plt.Bupati beserta segenap Forkopimda dan perwakilan tokoh agama sebagai aksi solidaritas kepada korban atas kejadian terorisme yang terjadi di Surabaya maupun daerah lain, Rabu (16/5).
 
Terlihat hadir pada aksi tersebut Plt.Bupati Trenggalek H.Moch Nur Arifin, Plt.Sekda Trenggalek, Ketua DPRD Trenggalek, Kapolres Trenggalek, Dandim 0806, Ka BNN Trenggalek, dan juga segenap perwakilan dari tokoh lintas agama yang ada di Kabupaten Trenggalek dan masyarakat umum lainnya.
 
Aksi doa bersama ini sejatinya menekankan bahwa rangkaian tragedi bom terorisme yang terjadi di Surabaya dan tempat-tempat lainnya murni merupakan tindakan kejahatan dan  sama sekali tidak ada hubungannya dengan agama apapun.
 
"Ini doa kita semoga aksi-aksi semacam ini membuat terorisme segera berhenti di Republik Indonesia, dan ini juga solidaritas Trenggalek untuk warga di Surabaya, di Sidoarjo, dimanapun berada yang selama ini dicekam oleh teror bom oleh terorisme," terang Plt. Bupati H.Moch Nur Arifin.
 
Plt.Bupati termuda ini menambahkan Pemkab Trenggalek akan menggiatkan gerakan peduli tetangga sebagai bentuk antisipasi dini munculnya kejahatan terorisme di Trenggalek.
 
"Kita pengen hidupkan gerakan peduli tetangga, apalagi ini juga mulai masuk waktunya mudik biasanya banyak orang-orang asing yang masuk.  Tamu atau tetangga atau saudara nah ini saya harap semuanya saling mengawasi, saling menjaga, saling mengingatkan," imbuhnya.
 
Dirinya juga berpesan kepada masyarakat Trenggalek untuk tidak takut dan juga tidak terprovokasi jika mendapati hasutan-hasutan bernada terorisme yang bisa memecah belah persatuan bangsa.
 
"Jangan takut, kita harus tetap bergandengan jangan mudah terprovokasi.  Semua aksi-aksi ini hanyalah untuk memprovokasi kita, jadi kita jangan sampai terprovokasi dan tetap bersatu," tutur H.Moch Nur Arifin.
 
Di penghujung doa bersama ini juga dilakukan penandatanganan secara bersama-sama oleh seluruh masyarakat yang hadir sebagai wujud penolakan dan perlawanan terhadap segala bentuk tindak kejahatan terorisme yang ada.