Polres Trenggalek Ajak Netizen Tangkal Hoax Home
  • By admin
  • 23 February 2018
  • Berita

Kepolisian Resort Trenggalek ajak netizen ikut berperan jaga kamtibmas di tahun politik 2018. Lewat acara silaturahmi yang berlangsung di Cafe Cangkir Wening, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. mengundang beberapa pimpinan instansi pemerintahan lingkup Pemkab Trenggalek seperti Dinas Kominfo, Bagian Protokol dan RT Setda, Kesbangpol, insan media, dan juga komunitas kepedulian sosial Info Seputar Trenggalek (IST), Kamis (22/2).

Ketua IST, Bambang Pudji yang ikut menjadi pemateri menyampaikan bahwa kekuatan media sosial begitu masif di era teknologi seperti sekarang ini. Dirinya mengatakan bahwa akses informasi tercepat yang bisa diperoleh oleh masyarakat luas saat ini adalah melalui media sosial. Menurutnya media sosial dewasa ini tidak hanya memiliki peranan untuk penyebarluasan maupun untuk mendapatkan sebuah informasi tertentu, melainkan bisa menentukan bagaimana informasi tersebut diarahkan ke arah hal positif maupun hal negatif.

"Peran dari media sosial yang luar biasa hari ini kita lihat bersama-sama bagaimana media sosial dapat kita gunakan seperti pisau. Mau membunuh karakter seseorang dalam jangka waktu berapa menit bisa, mau membuat keruh suasana bisa. Media sosial mau digunakan untuk kegiatan penggalangan dana bisa," ujarnya.

Sementara itu Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. dalam sambutannya menyampaikan netizen bisa menjadi support penting bagi kepolisian untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di tahun politik ini. Menurut Kapolres netizen bisa ikut menangkal berita bohong yang beredar dengan cara mengcounternya maupun ikut menyebarkan berita klarifikasi yang benar.

Kapolres Trenggalek juga menerangkan lalu lintas informasi di media sosial menjelang pilkada begitu padat. Informasi yang beredar pun juga bermacam-macam, ada yang positif juga ada yang negatif. Menyikapi hal tersebut Kapolres mengajak untuk seluruh netizen yang ada di Trenggalek untuk mewaspadai, memilah, dan tidak langsung mencerna informasi yang beredar secara mentah-mentah. Terlebih jika informasi tersebut merupakan berita negatif yang dapat mendiskreditkan karakter seseorang. (Dinas Kominfo Kab. Trenggalek)