2 truk tangki air tampak berjajar di Pendhapa Manggala Praja Nugraha, 2 tangki tersebut merupakan bagian dari rangkaian pendistribusian bantuan 68 tangki air bersih oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Trenggalek untuk mengatasi kekeringan di Trenggalek, Jumat (6/9). Bupati Trenggalek H. Mochamad Nur Arifin yang memberangkatkan bantuan tersebut menuturkan 2 dari 68 truk tangki bantuan air bersih yang diterima dari Baznas ini akan didistribusikan di wilayah kecamatan yang dilanda kekeringan. "Rencana ada 68 tangki yang dibagi di beberapa titik mulai dari Terbis, Karangtengah, Besuki, fokusnya di 6 desa di Kecamatan Panggul yang hari ini situasinya masih beberapa kekeringan," tutur Bupati H. Moch. Nur Arifin.

Lebih lanjut, Bupati termuda ini juga mengatakan bahwa meskipun di tahun ini kekeringan yang ada di Trenggalek tidak separah tahun-tahun sebelumnya, namun Pemkab Trenggalek telah merencanakan untuk mengambil langkah guna menjaga sumber mata air yang ada untuk mencegah terjadinya kekeringan serupa ditahun mendatang. "Tidak separah tahun-tahun yang lalu tapi tetep ada, makanya ini proyek jangka panjang kita harus mulai besar-besaran untuk menjaga sumber mata air untuk untuk mereka," ungkapnya. "Terus kemudian di PKPLH ini kan juga banyak digelontor untuk pembuatan sumur kemudian saluran perpipaan untuk menyambung ke saluran-saluran rumah tangga. Jadi kita kerja keras untuk kecukupan air bersih," imbuhnya melengkapi.

Ditambahkan oleh Bupati demi mengatasi kekeringan yang terjadi, ada beberapa pihak yang juga ingin ikut membantu menyalurkan bantuan air bersih. Untuk mengkoordinir berbagai pihak yang berkeinginan ikut menyalurkan bantuan air bersih tersebut, Pemkab Trenggalek lewat BPBD telah berkoordinasi seperti sharing data dengan Baznas.
Pendistribusian bantuan air bersih, selain berdasarkan permohonan, juga dilakukan berdasarkan peta kekeringan yang dimiliki oleh BPBD, terlebih juga dengan adanya Baznas Tanggap Bencana yang juga merupakan binaan dari BPBD Trenggalek.

"Jadi datanya kita sinkronkan, cuma bukan berarti desa yang sudah dikirim terus kemudian mereka tidak butuh dikirim lagi. Kan airnya disitu dipakai juga habis, jadi harus ada beberapa pengulangan," terangnya.
Sementara itu untuk sumber air, didapat melalui berbagai pihak. Ada yang dari APBD, sumbangan murni masyarakat, ZIS masyarakat lewat Baznas yang kita distribusikan.
"Sementara ini 68 tangki, tapi kalau nanti merasa dibutuhkan lagi nanti ya kita kirim lagi. Jadi kita sharing lah oleh semua pihak," pungkasnya. (Dinas Kominfo Kab. Trenggalek)