Bupati Trenggalek H. Moch. Nur Arifin hadiri Halal Bihalal yang digelar Paguyuban TNI Angkatan Laut Trenggalek di Pendhapa Manggala Praja Nugraha. Acara yang digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H ini juga dihadiri oleh Kapolres Trenggalek, AKBP Didit BWS, Sesepuh TNI AL yang kini aktif mengajar di Unhan, Laksda TNI (Purn) Dr. Supartono, dan Asintel Lantamal V Surabaya, Kolonel (Laut) Pelaut Kelik Hariyadi, Jumat (7/6).
 
Saat memberikan sambutan, Bupati Trenggalek H. Moch. Nur Arifin mengisahkan bahwa beliau memiliki kedekatan pribadi dengan TNI AL. Pasalnya sebelum menjabat sebagai Bupati maupun Wakil Bupati Trenggalek, H. Moch.  Nur Arifin terlebih dahulu lama tinggal di Kota Surabaya. Disana Bupati mengaku tinggal di Bendulmrisi yang terletak di belakang RSAL, sehingga sehari-hari sudah terbiasa berinteraksi dengan kehidupan TNI AL di Surabaya.
 
Tak hanya berhenti disitu saja, saat menjabat sebagai Plt. Bupati, H. Moch. Nur Arifin juga pernah melakukan penyelaman bersama TNI AL di Pantai Mutiara sebagai upaya membersihkan kawasan laut dari sampah plastik.
 
 
Disamping itu Bupati H. Noch. Nur Arifin mengatakan arah Trenggalek kedepan juga akan bersinggungan dengan potensi laut. Dijelaskan olehnya Trenggalek akan punya pelabuhan niaga selain pelabuhan perikanan yang sudah ada, kemudian tahun ini akan dibangun dengan dana 800 Miliar spek jalan nasional yang didanai oleh Islamic Development Bank akan menembus trase dari Tulungagung-Popoh hingga ke Prigi. Sehingga nanti Tulungagung-Trenggalek lewat jalur selatan akan terbuka dan terkoneksi.
 
"Upaya Pemerintah Kabupaten tidak menunggu dana dari pusat, kita berkomitmen selama 2 tahun ini akan menembuskan dari Prigi ke Munjungan, Munjungan-Panggul hingga ke Pacitan nanti juga akan tembus di akhir tahun ini akan selesai. Sehingga jalur selatan baik yang jalan nasional dan jalan kabupaten sudah akan terkoneksi," tutur Bupati H. Moch. Nur Arifin.
 
Lebih lanjut, Bupati juga menegaskan di Trenggalek terdapat ratusan hektar kawasan hutan bakau di sekitar kawasan selatan yang siap dikelola untuk pengembangan budidaya kepiting bakau yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Sehingga fungsi ekologi kawasan dapat berjalan beriringan dengan fungsi ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
 
"Jadi potensi maritim kita sebegitu luar biasa, belum lagi potensi pariwisatanya, karena masih banyak pantai-pantai yang masih perawan yang belum ada jalannya. Nah ini kalau digunakan untuk resort-resort eco tourism rasanya akan menjadi sangat menarik," pungkasnya. (Dinas Kominfo Kab. Trenggalek)