Torehan gemilang kembali diukir Pemerintah Kabupaten Trenggalek, di penghujung Tahun 2018, daerah yang sekarang dipimpin oleh generasi muda ini terima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2018.  Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) Yohanna Yambise yang diterima langsung oleh Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc dengan  disaksikan Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu (19/12).
 
Apresiasi Pemerintah Pusat yang diberikan kepada Pemkab Trenggalek ini merupakan buah dari komitmen dan peran Pemkab Trenggalek yang telah berupaya  melaksanakan pembangunan PPPA melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG).
 
Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2018 diberikan kepada 9 (sembilan) Kementerian/Lembaga, 22 Pemerintah Provinsi dan 159 Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang tersebar diseluruh Indonesia.   Kabupaten Trenggalek sendiri sebagai salah satu penerima dari 75 Kabupaten/Kota yang memperoleh penghargaan APE untuk kategori Utama.
 
Menteri PPPA, Yohana Yembise saat memberikan penghargaan APE 2018 menuturkan “Sejak 2004, Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah melakukan evaluasi pelaksanaan pembangunan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (PPPA) melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG). Hal ini dilanjutkan dengan pemberian penghargaan APE yang terdiri dalam 4 (empat) kategori, yakni kategori Pratama, diberikan kepada 2 Provinsi, dan 44 Kabapaten/Kota; kategori Madya, diberikan kepada 1 Kementerian, 8 Provinsi, dan 75 Kabupaten/Kota; kategori Utama, diberikan kepada 1 Kementerian, 8 Provinsi, dan 36 Kabupaten/Kota; serta kategori tertinggi Mentor diberikan kepada 6 Kementerian/Lembaga, 4 Provinsi dan 4 Kabupaten/Kota,” jelasnya.
 
Lebih lanjut Menteri Kelahiran Manokwari ini mengatakan,  “Melalui pemberian penghagaan APE ini diharapkan semakin memotivasi Kementerian/Lembaga dan Pemda dalam melakukan berbagai inisiatif untuk mewujudkan proses pelaksanaan pembangunan dan menjamin hasil pembangunan yang adil bagi semua. Mari terus berkreasi untuk perempuan dan anak Indonesia. Harapan kami semua stakeholder dapat bekerja sama, berkolaborasi, dan saling bahu membahu mengemban mandat negara untuk menjadikan perempuan dan anak Indonesia berada pada garis aman, mandiri, bermartabat, dan berkualitas,” tambah Menteri Yohanna menutup.
 
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Trenggalek, dr. Ratna Sulistyowati, M.M yang dikonfirmasi terpisah menjelaskan bahwa Trenggalek sudah pernah meraih  penghargaan serupa pada 2016 silam, dimana pada waktu itu Trenggalek memperoleh Anugerah Parahita Ekapraya (APE) untuk kategori Madya.
 
 
Selain hal itu, dr. Ratna juga mengungkapkan bahwa diraihnya penghargaan APE 2018 oleh Pemkab Trenggalek bukan tanpa sebab,  Pemkab Trenggalek telah berupaya keras dalam peletakan dasar dan kesinambungan program pembangunan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak hingga di tahun ini meraih APE.  Sebagai langkah tindak lanjut atas diraihnya penghargaan ini Pemkab Trenggalek akan terus mendorong tumbuhnya inovasi dalam peningkatan pelayanan publik untuk kelompok rentan (disabilitas, perempuan,  anak dan kelompok lainnya yang belum menerima akses, manfaat, partisipasi dan kontrol) pada tataran kebijakan, peran serta masyarakat dan dunia usaha.
 
“Mari wujudkan pembangunan yg responsif gender.  Sudah banyak yang  kita kerjakan namun masih banyak tugas yangg harus kita tunaikan.  Semangat melayani harus menjiwai pada setiap insan aparatur,” tuturnya.