Pemkab Trenggalek Ajak Generasi Muda Ikut Tangkal Paham Terorisme dan Radikalisme

Lewat Seminar Kebangsaan yang berlangsung di Pendhapa Manggala Praja Nugraha,  Pemerintah Kabupaten Trenggalek gelorakan generasi muda ikut tangkal paham terorisme dan radikalisme.  Tak hanya di isi oleh barisan pejabat, bangku seminar juga turut dipenuhi oleh ratusan siswa-siswi pelajar sebagai generasi muda yang berkumpul dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Trenggalek, Kamis (8/11).  
 
Seminar kebangsaan yang digelar oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Trenggalek ini juga merupakan kelanjutan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda 2018.  2 narasumber yang didatangkan pada kesempatan itu juga sangat berkompeten, yang pertama adalah dari Kapolres Trenggalek AKBP. Didit Bambang Wibowo, S.I.K, MH, dan dari Direktur Lingkar Perdamaian Indonesia Ali Fauzi Manzi, M.Pd.I.
 
Pj.Sekda Trenggalek Drs. Pariyo yang membuka seminar  ini mengatakan bahwa munculnya kegiatan radikal di berbagai daerah menuntut kita untuk senantiasa melakukan langkah-langkah strategis.  Dalam menghambat penyebaran paham dan ideologi di masyarakat khususnya di Kabupaten Trenggalek, dirinya mengajak semua elemen masyarakat dan pemerintah khususnya bagi generasi muda untuk terus meningkatkan koordinasi guna menangkal bahaya paham terorisme.
 
"Kami sangat menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat khususnya generasi muda untuk meningkatkan kewaspadaan dan membentengi diri dari pengaruh ajakan kelompok radikal," tutur Pj.Sekda.
 
Kehadiran kalangan generasi muda pada seminar tersebut yang mewakili sekolah, kampus, dan organisasi kepemudaan yang sangat beragam menjadi sangat strategis untuk membangun kekuatan bersama dalam mendeteksi dini, menangkal dan mencegah paham radikalismen dan terorisme.  Pj.Sekda juga mengimbuhkan kerjasama yang baik dari pemerintah dengan masyarakat akan menciptakan kultur yang baik demi terciptanya tatanan masyarakat yang siaga terorisme.
 
Sementara itu Kapolres Trenggalek, AKBP Didit BWS, SIK, MH yang memaparkan materi menjelaskan terorisme sangat berpotensi menimbulkan perpecahan.  Langkah preventif merupakan hal yang wajib dilakukan oleh semua elemen baik itu dilingkungan sekolah, keluarga, maupun lingkup pertemanan pelajar dalam mewaspadai menyebarnya paham radikal.  Kapolres kelahiran Kota Pahlawan itu juga menuturkan Polres Trenggalek akan terus meningkatkan kualitas jalinan komunikasi dengan masyarakat dalam rangka deteksi dini menangkal masuknya paham radikalisme di Trenggalek.
 
"Marilah paham-paham ini kita cegah melalui proses edukasi," terang Kapolres.  
 
Sedangkan narasumber lain dari Direktur Lingkar Perdamaian Indonesia Ali Fauzi Manzi, M.Pd.I yang juga mengisi materi seminar menceritakan perjalanan hidupnya dari semula dahulu sebagai seorang terorisme hingga kini kembali ke pangkuan ibu pertiwi secara utuh.  Ia mengisahkan bahwa perjalanannya menjadi seorang teroris adalah sesuatu yang salah, menurutnya terorisme adalah suatu hal yang murni tindak kejahatan dan tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran agama apapun.  Terorisme hanya memanfaatkan suatu ajaran agama untuk dibelokkan ke arah yang salah dengan maksud dan tujuan menebar ketakutan.  
 
Selain itu, kehadiran Pria kelahiran Lamongan 15 November 1971 ini diharapkan bisa membuka wawasan baru khususnya generasi muda bahwa seseorang yang pernah menjadi teroris saja mengakui bahwa terorisme itu salah dan murni perbuatan kejahatan.  Sehingga kedepannya tidak ada lagi generasi muda yang ada terjerumus pada paham radikalisme dan terorisme.  (Kominfo Trenggalek)